Ruang ICU 2 mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Penatalaksanaan Tirah Baring” pada hari Minggu (18/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh keluarga dari pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang ICU.
Penyuluhan disampaikan oleh Sadiyah Setyaningsih selaku pemateri, dengan Dwi Kurniawan sebagai moderator. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga pasien mengenai perawatan pasien yang harus menjalani tirah baring dalam waktu lama.
Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa tirah baring adalah kondisi di mana pasien harus beristirahat di tempat tidur dan tidak dapat bergerak secara aktif akibat penyakit atau gangguan tertentu. Tirah baring yang berlangsung lama dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh pasien, terutama pada kulit, seperti terjadinya luka tekan atau dekubitus.
Pemateri juga menyampaikan beberapa komplikasi akibat tirah baring, antara lain :
- Terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh darah (DVT)
- Luka tekan (dekubitus)
- Infeksi paru atau Hospital Acquired Pneumonia (HAP)
- Kekakuan pada sendi atau kontraktur.
Selain itu, keluarga pasien diberikan pemahaman mengenai tanda dan gejala luka tekan, yang dimulai dari perubahan warna kulit hingga luka yang dalam mencapai otot dan tulang. Hal ini penting agar keluarga dapat mengenali tanda awal dan segera melaporkannya kepada petugas kesehatan.
Tujuan dari penatalaksanaan tirah baring adalah untuk mencegah terjadinya luka tekan, menjaga kelenturan otot dan sendi, meningkatkan kenyamanan pasien, serta mengurangi risiko komplikasi akibat keterbatasan gerak.
Dalam kegiatan ini juga dijelaskan langkah-langkah penatalaksanaan tirah baring, seperti:
- Melakukan kebersihan tangan
- Mengubah posisi pasien setiap dua jam
- Menjaga kebersihan dan kekeringan kulit
- Memastikan sprei tetap rapi dan tidak berkerut
- Melakukan pijat ringan pada area yang sering tertekan
- Melakukan latihan gerak dua kali sehari, serta penggunaan kasur dekubitus.
0 Komentar