Banyumas - Ruang Perina mengadakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan tentang Teknik Menyusui yang Benar pada hari Jumat (13/02/2026). Kegiatan ini diikuti oleh keluarga pasien, khususnya ibu dan bapak dari bayi yang sedang dirawat di Ruang Perina.
Acara dibuka dan dipandu oleh Rosita Indah Susanti, A.Md., Kep. Materi penyuluhan disampaikan oleh Mahasiswa Akper Al Hikmah
Fasilitator kegiatan adalah Wahyu Setyaningsih, S.Kep., Ns. Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa menyusui bukan hanya memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi. ASI mengandung zat gizi lengkap serta antibodi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
1. Posisi Menyusui yang Benar
Ibu dianjurkan untuk duduk atau berbaring dengan posisi nyaman. Tubuh bayi harus menghadap ke tubuh ibu (perut bertemu perut), kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, serta seluruh badan bayi ditopang dengan baik.
2. Perlekatan yang Tepat
Perlekatan yang benar ditandai dengan mulut bayi terbuka lebar, sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi, dagu menempel pada payudara, dan tidak terasa nyeri saat menyusui. Perlekatan yang tepat membantu mencegah puting lecet dan memastikan ASI keluar optimal.
3. Lama dan Frekuensi Menyusui
Bayi sebaiknya disusui setiap 2–3 jam atau sesuai kebutuhan (on demand). Dalam sekali menyusui, dianjurkan 10–15 menit pada satu payudara hingga terasa kosong, kemudian dapat dilanjutkan ke payudara lainnya.
4. Cara Memerah ASI
ASI dapat diperah dengan tangan atau menggunakan pompa. Sebelum memerah, ibu dianjurkan mencuci tangan terlebih dahulu dan memastikan wadah penyimpanan dalam keadaan bersih dan tertutup. ASI yang disimpan harus diberi label tanggal dan jam pemerahan untuk menjaga kualitas dan keamanan.
Melalui kegiatan ini diharapkan para orang tua, khususnya ibu, semakin percaya diri dalam memberikan ASI kepada bayinya, baik selama masa perawatan di rumah sakit maupun setelah kembali ke rumah. Edukasi yang tepat diharapkan dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan meningkatkan kesehatan bayi secara optimal.
0 Komentar