![]() |
| Waspada Telinga Berair (Otorrhea)! Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Sebelum Ganggu Pendengaran |
Telinga berair atau dalam istilah medis dikenal sebagai Otorrhea merupakan kondisi keluarnya cairan dari liang telinga yang perlu diwaspadai. Cairan tersebut bisa berwarna jernih, kekuningan, kehijauan, bahkan bercampur darah, tergantung pada penyebab dan tingkat infeksi. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi pada telinga luar maupun telinga tengah, yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat berdampak pada gangguan pendengaran.
Salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan mengorek telinga menggunakan benda asing seperti cotton bud atau jari. Selain itu, kondisi telinga yang lembap akibat kemasukan air saat mandi atau berenang, serta penggunaan earphone dalam waktu lama, juga dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur. Pada anak-anak, infeksi telinga tengah seringkali berawal dari batuk dan pilek yang tidak ditangani dengan baik.
Infeksi yang semakin parah dapat menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah yang menekan hingga merusak Gendang Telinga. Jika terjadi robekan atau lubang, meskipun dalam beberapa kasus dapat menutup sendiri dalam waktu 1–3 bulan, kondisi tertentu seperti kebersihan telinga yang buruk, usia lanjut, dan kebiasaan meniup hidung terlalu kuat dapat memperlambat proses penyembuhan bahkan menyebabkan kerusakan permanen.
Apabila lubang pada gendang telinga tidak kunjung menutup, tindakan medis seperti Tympanoplasty mungkin diperlukan. Prosedur ini bertujuan menutup lubang dengan jaringan tubuh sendiri untuk mengembalikan fungsi pendengaran serta mencegah infeksi berulang. Oleh karena itu, pemeriksaan sejak dini oleh dokter spesialis THT sangat dianjurkan ketika muncul gejala telinga berair.
Upaya pencegahan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan telinga. Hindari kebiasaan mengorek telinga, jaga agar telinga tetap kering, serta segera tangani batuk dan pilek agar tidak berkembang menjadi infeksi telinga. Selain itu, hindari penggunaan obat tetes telinga tanpa anjuran dokter dan lakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali guna memastikan kesehatan pendengaran tetap optimal.
Edukasi ini disampaikan dalam program kesehatan bersama narasumber dr. Hasan Rizky Benokri dan dipandu oleh host Maida Yuniar di Poli THT, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan telinga.
Tonton Selengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=lDX_YcHajd4&list=PLrbvPagCPUw6MKHlaUrPETkrk2BiUnkUB&index=2

0 Komentar