BANYUMAS - Prestasi membanggakan kembali diraih RSUD Banyumas melalui inovasi Aplikasi Pengendali Antibiotik (APIK). Inovasi yang dikembangkan oleh Tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) tersebut berhasil meraih Juara Harapan 1 PERSI Jateng Award 2026 dan masuk dalam jajaran 15 inovasi terbaik PERSI AWARD 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen RSUD Banyumas dalam menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung penggunaan antibiotik secara tepat, rasional, dan bertanggung jawab.
Setelah melalui proses penilaian dan penyaringan bersama berbagai inovasi rumah sakit di Indonesia, APIK dinyatakan masuk dalam jajaran 15 inovasi terbaik PERSI AWARD. Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG., MSi.Med., dalam kegiatan yang berlangsung di Semarang pada Kamis (20/8/2026).
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, piala Juara Harapan 1 PERSI Jateng Award 2026 kemudian diserahkan kepada Direktur RSUD Banyumas pada apel pagi, Senin (24/8/2026).
Piala penghargaan diserahkan oleh dr. Mahendra Septadi, Sp.PD, selaku Ketua Tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) RSUD Banyumas, kepada Direktur RSUD Banyumas di hadapan jajaran pegawai yang mengikuti apel.
APIK Perkuat Pengendalian Penggunaan Antibiotik
APIK merupakan inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung pengendalian peresepan dan penatagunaan antibiotik kelompok Reserve di lingkungan RSUD Banyumas.
Melalui sistem digital tersebut, proses penggunaan antibiotik dapat dikendalikan secara lebih terarah, terukur, dan terdokumentasi. Kehadiran APIK diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam memastikan penggunaan antibiotik dilakukan sesuai prinsip penggunaan obat yang bijak dan bertanggung jawab.
Selain mendukung proses pengendalian, pemanfaatan teknologi digital melalui APIK juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi pemantauan dan evaluasi penggunaan antibiotik di rumah sakit.
Pengendalian penggunaan antibiotik menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba (AMR). Karena itu, inovasi APIK tidak hanya menjadi bagian dari transformasi digital RSUD Banyumas, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk mendukung keselamatan pasien dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Menjadi Motivasi untuk Terus Berinovasi
Direktur RSUD Banyumas menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan.
Capaian APIK menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan RSUD Banyumas mampu memberikan kontribusi sekaligus memperoleh apresiasi dalam ajang bergengsi tingkat PERSI Jateng.
Ke depan, RSUD Banyumas berkomitmen untuk terus memperkuat budaya inovasi dan transformasi digital di berbagai aspek pelayanan. APIK menjadi salah satu langkah nyata rumah sakit dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan sekaligus mewujudkan pelayanan yang semakin bermutu, aman, efektif, dan profesional bagi masyarakat.
Prestasi APIK bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi menjadi dorongan bagi RSUD Banyumas untuk terus berinovasi dan menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan kesehatan.
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

0 Komentar