BANYUMAS - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir terus dilakukan di Kabupaten Banyumas. Sebanyak 33 tenaga medis mengikuti On the Job Training (OJT) Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Angkatan II yang diselenggarakan oleh RSUD Banyumas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DinkesKB) Kabupaten Banyumas.
Kegiatan tersebut resmi dibuka di Aula Thalasemia Lantai 3 RSUD Banyumas, Kamis (10/9/2026). Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 September 2026.
Sebanyak 33 peserta yang mengikuti pelatihan terdiri atas dokter, bidan, dan perawat dari berbagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah Banyumas Timur.
Sementara itu, tenaga kesehatan dari wilayah Banyumas Barat mengikuti kegiatan serupa yang ditempatkan di RSUD Ajibarang. Pembagian lokasi tersebut dilakukan agar proses pelatihan berjalan efektif dan materi dapat diserap secara optimal oleh seluruh peserta.
Tingkatkan Kompetensi untuk Hadapi Kondisi Darurat
OJT Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Angkatan II merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Angkatan I yang telah digelar pada awal pekan dan diikuti oleh 30 peserta.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya yang berkaitan dengan ibu hamil, persalinan, masa nifas, serta bayi baru lahir.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat ketika menghadapi kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan turut berkontribusi dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banyumas.
Terintegrasi dengan Plataran Sehat Kemenkes
Meski dilaksanakan dengan skema On the Job Training (OJT), program peningkatan kapasitas ini telah terintegrasi dan terdaftar secara resmi pada portal Plataran Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut tercatat dengan nomenklatur Workshop Peningkatan Kapasitas Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Kedaruratan Ibu dan Bayi Baru Lahir.
Dengan integrasi tersebut, peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memenuhi tahapan evaluasi, termasuk pre-test dan post-test, berhak memperoleh sertifikat resmi serta Satuan Kredit Profesi (SKP) Kementerian Kesehatan RI.
Melalui kegiatan ini, RSUD Banyumas bersama DinkesKB Kabupaten Banyumas terus mendorong penguatan kompetensi tenaga kesehatan di tingkat pelayanan dasar. Harapannya, semakin siap tenaga kesehatan menghadapi kegawatdaruratan, semakin cepat pula pertolongan dapat diberikan kepada ibu dan bayi yang membutuhkan.
0 Komentar