Tingkatkan Kompetensi Nakes, Puskesmas se-Kabupaten Banyumas Ikuti OJT Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di RSUD Banyumas

 


BANYUMAS – Upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal terus diperkuat di Kabupaten Banyumas. Salah satunya melalui pelaksanaan On the Job Training (OJT) Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi tenaga kesehatan dari Puskesmas se-Kabupaten Banyumas.


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas tersebut melibatkan seluruh Puskesmas di Kabupaten Banyumas. Setiap Puskesmas mengirimkan tenaga kesehatan terpilih untuk mengikuti pelatihan berbasis praktik di rumah sakit.


RSUD Banyumas menjadi salah satu rumah sakit yang dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan OJT. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada ibu dan bayi, sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banyumas.


Pada Senin (7/9/2026), Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, Anton Ari Wibowo, SKM, M.Kes., hadir di Aula Pertemuan Lantai III Gedung Thalasemia RSUD Banyumas untuk menyerahkan peserta OJT Angkatan I.



Dalam kesempatan tersebut, Anton menjelaskan bahwa pelaksanaan OJT merupakan tindak lanjut dari hasil pendampingan yang menunjukkan masih perlunya peningkatan keterampilan praktik bagi sebagian tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), khususnya Puskesmas.


Peningkatan kompetensi tersebut mencakup tata laksana kegawatdaruratan obstetri dan neonatal, stabilisasi pasien sebelum dirujuk, komunikasi rujukan, hingga resusitasi bayi baru lahir.


“Diperlukan tindak lanjut berupa On the Job Training (OJT) di Rumah Sakit PONEK agar tenaga kesehatan memperoleh pengalaman praktik klinis secara langsung melalui pembelajaran berbasis kasus,” jelas Anton.


Anton menambahkan, peserta Angkatan I akan mengikuti OJT selama tiga hari, dengan mendapatkan pembelajaran langsung dari tenaga kesehatan dan tim terkait di RSUD Banyumas.



Sementara itu, Kepala Bagian Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan, Peningkatan Mutu dan Kerja Sama RSUD Banyumas, Imron Rosyadi, S.Kep.Ns., M.Kep., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurutnya, OJT tidak hanya memberikan pengalaman dan peningkatan keterampilan klinis bagi peserta, tetapi juga memiliki manfaat dalam pengembangan profesional tenaga kesehatan.


“Kegiatan ini akan masuk dalam Plataran Sehat, sehingga peserta akan mendapatkan pengalaman serta SKP dan juga sertifikat yang dapat dipergunakan dalam pemenuhan administrasi kerja pegawai,” jelas Imron.


Selama mengikuti OJT di RSUD Banyumas, para peserta akan mendapatkan materi yang disusun secara bertahap. Pada hari pertama, peserta memperoleh materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dari Tim PPI RSUD Banyumas.


Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai Maternal Emergency dan Neonatal Emergency pada hari berikutnya.


Melalui pembelajaran berbasis kasus dan pengalaman praktik langsung di rumah sakit, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan Puskesmas dalam mengenali dan menangani kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal.


Penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin responsif, khususnya dalam memastikan ibu dan bayi mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai standar ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.


Dengan sinergi antara Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, Puskesmas, serta rumah sakit, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan keselamatan ibu dan bayi di Kabupaten Banyumas.















0 Komentar