Banyumas - RSUD Banyumas terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, salah satunya melalui penguatan pelayanan darah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam penyelenggaraan Workshop Implementasi Pelayanan Darah se-Jawa Tengah.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring tersebut berlangsung di Aula Thalasemia RSUD Banyumas pada Kamis (8/10/2026).
Workshop bertujuan mendorong pelayanan darah yang aman, bermutu, dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut atas terbitnya sejumlah regulasi baru terkait pelayanan darah.
Melalui workshop tersebut, diharapkan terbangun pemahaman bersama dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pihak terkait lainnya.
“Dengan diselenggarakan kegiatan ini, diharapkan pelayanan darah dapat menjadi lebih optimal,” ujar dr. Ria Aprianti mewakili Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan mutu dan keamanan pelayanan darah, Unit Pengelolaan Darah (UPD) RSUD Banyumas juga terus melakukan persiapan pemenuhan standar pembuatan obat yang baik atau Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Saat ini, UPD RSUD Banyumas telah mencapai 80 persen persiapan pemenuhan standar CPOB.
“Kami berharap workshop ini dapat menjadi forum untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan dan regulasi,” ujar dr. Novita Sabjan, MM., Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop dan kunjungan lapangan ke Unit Pengelolaan Darah (UPD) RSUD Banyumas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman, koordinasi, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan darah yang aman dan bermutu.

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)

0 Komentar