Gerakan Bumil Sehat dan Launching KIRANA Banyumas, Strategi Baru Tekan Angka Kematian Ibu

 


Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas meluncurkan program KIRANA (Kolaborasi Integrasi Kesehatan Reproduksi Lintas Sektor untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu) pada Jumat Pon, 3 Oktober 2025 di Pendopo Si Panji Purwokerto. Launching ini dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan Bumil Sehat dan diresmikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.


Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, yang juga menjadi inovator KIRANA, menjelaskan bahwa program ini merupakan terobosan berbasis kolaborasi lintas sektor. Fokus utama KIRANA adalah deteksi dini risiko kehamilan, pendampingan ibu hamil, serta edukasi kesehatan reproduksi bagi seluruh lapisan masyarakat.


KIRANA memiliki empat pilar utama. Pertama, Forum KIRANA sebagai wadah koordinasi lintas sektor. Kedua, Penguatan Tim KIRANA melalui pelatihan tenaga kesehatan. Ketiga, Pos KIRANA di kecamatan prioritas untuk layanan terpadu. Keempat, edukasi menyeluruh kepada masyarakat mengenai kesehatan reproduksi.


Dengan pendekatan inklusif dan adaptif, KIRANA diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu (AKI) secara signifikan. Target lainnya adalah identifikasi dini ibu hamil berisiko tinggi, pengaktifan pos KIRANA di kecamatan, peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi melalui dashboard digital, serta komitmen bersama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Banyumas.


Bupati menegaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya menjadi urusan ibu hamil, tetapi tanggung jawab bersama lintas generasi. “Jangan terlalu banyak omon-omon, bagaimana kita mengeksekusi program yang sederhana tapi pasti dan menyentuh masyarakat. Semoga upaya kita hari ini dapat melahirkan generasi yang sehat cerdas dan berkualitas demi terwujudnya banyumas yang semakin sejahtera,” ujarnya.








































0 Komentar