Penyuluhan Kesehatan Ruang Gardena - Prognas TB : Tuberkulosis (TBC)

 

Banyumas - Tim PKRS Ruang Gardena bekerja sama dengan Mahasiswa Universitas Al Irsyad Cilacap mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Tuberkulosis (TBC) pada Rabu (28/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh keluarga pasien yang sedang dirawat di Ruang Gardena.


Penyuluhan dipandu oleh Moderator Retno Arindasari, dengan pemateri Deni Panca dan Neza Priamita dengan fasilitator Fitriyani. Kegiatan berlangsung dengan suasana edukatif dan interaktif, di mana peserta mendapatkan penjelasan penting mengenai Prognas TB "Penyakit TBC serta Cara Pencegahannya".


Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh, namun paling sering mengenai paru-paru dan dapat menular melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin.


Pemateri juga menyampaikan beberapa tanda dan gejala TBC, antara lain batuk berdahak lebih dari dua minggu, sesak napas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan turun, berkeringat pada malam hari, serta demam berkepanjangan.


Selain itu, dijelaskan bahwa pengobatan TBC dapat disembuhkan dengan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan. Obat harus diminum secara teratur dan tidak boleh putus selama 6–8 bulan sesuai anjuran petugas kesehatan agar pengobatan berhasil dan mencegah kekambuhan.


Sebagai upaya pencegahan, peserta dianjurkan untuk selalu menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, tidak meludah sembarangan, menjaga kebersihan tangan, serta memastikan rumah memiliki ventilasi udara yang baik. Bagi penderita TBC, penggunaan masker terutama pada awal masa pengobatan sangat penting untuk mengurangi risiko penularan.


Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan keluarga pasien dapat lebih memahami penyakit TBC, cara penularan, pengobatan, serta pencegahannya, sehingga mampu berperan aktif dalam mendukung kesembuhan pasien dan mencegah penularan di lingkungan sekitar.


0 Komentar