Dopokan Putri Domas - Dari Rebusan Ke Gizi Seimbang

 

Tren Makanan Rebusan Meningkat, Ahli Gizi RSUD Banyumas Tekankan Pentingnya “Isi Piringku” untuk Gizi Seimbang


Tren konsumsi makanan rebusan kini semakin populer di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang menjalani program diet dan gaya hidup sehat. Berbagai pangan lokal seperti ubi, jagung, talas, hingga singkong menjadi pilihan favorit karena mudah diolah dan terjangkau. Namun, ahli gizi RSUD Banyumas, Rika Andriyani, mengingatkan bahwa konsumsi makanan rebusan saja belum tentu menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi jika tidak disusun dengan komposisi yang seimbang.


Berdasarkan data survei kesehatan nasional 2023, sekitar 97% masyarakat Indonesia masih kekurangan asupan serat, sementara lebih dari setengahnya mengonsumsi gula dan lemak secara berlebihan. Kebiasaan mengonsumsi satu jenis rebusan saja, seperti ubi dalam jumlah banyak, justru dapat memicu lonjakan gula darah. Padahal, tubuh membutuhkan keseimbangan antara karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.


Untuk itu, masyarakat dianjurkan menerapkan konsep Isi Piringku dalam pola makan sehari-hari. Dalam satu piring, setengah bagian sebaiknya diisi dengan sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya dibagi antara makanan pokok dan lauk-pauk. Penambahan sumber protein seperti telur, tempe, dan tahu sangat penting untuk menjaga massa otot serta membantu proses regenerasi sel tubuh.


Selain itu, pemanfaatan pangan lokal menjadi langkah strategis dalam mendukung kesehatan sekaligus kemandirian pangan. Indonesia memiliki beragam bahan pangan bernutrisi tinggi, termasuk kacang-kacangan dan sayuran lokal seperti kecipir yang tidak kalah kandungan gizinya dibandingkan bahan impor. Konsumsi makanan alami terbukti lebih baik untuk kesehatan jangka panjang dibandingkan makanan olahan yang tinggi zat tambahan.


Fenomena tren rebusan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk menghadirkan inovasi menu sehat, seperti paket “combo sehat” dengan komposisi gizi seimbang. Perubahan sederhana dalam pola makan sehari-hari merupakan investasi penting untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus yang terus meningkat.


Melalui edukasi yang disampaikan dalam program dopokan putri domas di Instalasi PKRS dan Humas, bersama host Athaya Nadia, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam memilih makanan, mencintai pangan lokal, serta menerapkan gizi seimbang demi kualitas hidup yang lebih sehat di masa depan.


Tonton Selengkapnya : https://www.youtube.com/watch?v=n_a-28umV-o&list=PLrbvPagCPUw6MKHlaUrPETkrk2BiUnkUB&index=3

0 Komentar