Dopokan Putri Domas - Skrining & Deteksi Dini Kanker Paru


 

Kanker Paru-Paru masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker, termasuk di Indonesia. Tingginya angka kematian ini tidak lepas dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Pakar Onkologi Toraks RSUD Banyumas, dr. Joko Susilo, menegaskan bahwa banyak pasien baru datang berobat saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit dan peluang kesembuhan menurun.


Gejala awal kanker paru-paru seringkali tidak disadari karena mirip dengan gangguan pernapasan biasa. Batuk yang tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, batuk berdarah, sesak napas, dan nyeri dada berkepanjangan merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Selain itu, perubahan suara menjadi serak, pembengkakan di area leher, serta penurunan berat badan drastis juga menjadi sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan. Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan seperti rontgen dada hingga CT Scan sangat dianjurkan.


Kelompok berisiko tinggi disarankan untuk melakukan skrining secara rutin, meskipun belum merasakan gejala. Mereka yang berusia di atas 45 tahun dengan riwayat merokok, serta individu berusia 40 tahun ke atas dengan riwayat keluarga penderita kanker, termasuk dalam kategori yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Selain kebiasaan merokok, paparan zat berbahaya seperti asbes di lingkungan kerja juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru.


Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok. Menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi serta rutin berolahraga juga berperan penting dalam menjaga kesehatan paru-paru. Penggunaan masker di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi menjadi salah satu langkah perlindungan tambahan yang efektif.


RSUD Banyumas kini telah dilengkapi dengan layanan onkologi toraks yang komprehensif, mulai dari fasilitas diagnostik hingga pengobatan modern seperti kemoterapi. Dengan dukungan tenaga medis profesional dan teknologi yang memadai, masyarakat tidak perlu ragu untuk melakukan pemeriksaan sejak dini. Deteksi awal bukan hanya sekadar langkah medis, tetapi juga investasi penting untuk masa depan yang lebih sehat.


Selengkapnya https://www.youtube.com/watch?v=uVzcNbPKXp8



0 Komentar