Ruang Kanthil RSUD Banyumas yang merupakan ruang perawatan anak kembali mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan sebagai bagian dari Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Kegiatan dengan tema Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ini dilaksanakan pada Kamis (26/02/2026) dan diikuti oleh keluarga pasien yang sedang mendampingi anak-anak mereka menjalani perawatan.
Acara penyuluhan dibuka oleh moderator Wulandari Indah, S.Kep., Ns, yang mengajak para peserta untuk aktif mengikuti kegiatan serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan tentang kesehatan anak.
Dalam pemaparannya, Farlia menjelaskan bahwa ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Penyakit ini biasanya mudah menular dan dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Jika tidak ditangani dengan baik, ISPA dapat berkembang menjadi penyakit lain yang lebih serius.
Para peserta juga diberikan informasi mengenai gejala-gejala ISPA pada anak, antara lain hidung tersumbat atau beringus, batuk dan bersin, demam yang sering kali lebih dari 37°C, sakit tenggorokan, suara serak, serta kesulitan menelan. Selain itu, anak biasanya menjadi lebih rewel, terlihat lemas, dan mengalami penurunan nafsu makan. Gejala ini umumnya berlangsung selama 5 hingga 7 hari, namun pada anak usia prasekolah dapat berlangsung lebih lama.
Dalam penyuluhan tersebut juga dijelaskan penanganan awal ISPA di rumah, diantaranya adalah :
- Memberikan waktu istirahat yang cukup
- Memastikan anak mengonsumsi air putih yang cukup
- Mengatasi demam dengan cara yang tepat.
- Orang tua juga diingatkan untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda-tanda sesak napas.
Tidak kalah penting, pemateri juga menjelaskan tanda-tanda bahaya yang mengharuskan anak segera dibawa ke dokter, seperti :
- Napas cepat atau sesak napas, napas berbunyi (wheezing)
- Kulit atau bibir tampak kebiruan (sianosis)
- Demam tinggi di atas 39°C atau demam yang tidak kunjung turun dalam 2–3 hari
- Anak terlihat sangat lemas, kesadarannya menurun, atau tidak mau makan dan minum.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan keluarga pasien dapat lebih memahami cara mengenali gejala ISPA sejak dini serta mengetahui langkah penanganan yang tepat, sehingga kesehatan anak dapat terjaga dengan baik.
0 Komentar