Banyumas – Tim PKRS Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Banyumas bekerja sama dengan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Strategi Stimulasi Bahasa Anak di Rumah” pada hari Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pasien serta keluarga pasien yang sedang menjalani pelayanan di Instalasi Rehabilitasi Medik.
Kegiatan dibuka oleh Raisa Deliana H, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surakarta, yang bertindak sebagai moderator. Materi penyuluhan disampaikan oleh Najmudin Nuha, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surakarta, dengan pendampingan dari Latif Hidayat, Terapis Wicara RSUD Banyumas sebagai fasilitator kegiatan.
Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa stimulasi bahasa sangat penting untuk mendukung perkembangan anak. Dengan stimulasi yang tepat, anak dapat memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik, mendukung perkembangan kognitif dan sosial, mencegah keterlambatan bicara, serta mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
Pemateri juga menyampaikan beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan orang tua di rumah untuk menstimulasi kemampuan bahasa anak, antara lain :
- Orang tua dianjurkan untuk sering mengajak anak berbicara dalam kegiatan sehari-hari
- Memberikan waktu kepada anak untuk merespon atau menjawab pertanyaan
- Menggunakan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami.
- Mengembangkan ucapan anak dengan menambahkan kata-kata baru
- Mendorong anak menyampaikan keinginannya
- Meluangkan waktu untuk bermain dan membaca buku bersama anak.
Selain hal-hal yang dianjurkan, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh orang tua, diantaranya :
- Langsung memberikan sesuatu kepada anak tanpa meminta anak berbicara terlebih dahulu
- Terlalu cepat menjawab atau mewakili anak saat berbicara
- Memaksa anak untuk berbicara
- Menertawakan cara bicara anak.
Orang tua juga disarankan untuk membatasi penggunaan gawai atau screen time tanpa interaksi, serta tidak mendominasi percakapan tanpa memberi kesempatan anak untuk berbicara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua dapat memahami pentingnya peran mereka dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak. Orang tua diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus partner terbaik bagi anak dalam proses belajar berkomunikasi sejak dini.
0 Komentar