Penyuluhan Kesehatan Ruang Teratai RSUD Banyumas - Demam Berdarah Dengue
Hari ini Rabu Paing (20/5/2026) bertempat di Depan Ruang Teratai, Kepala Ruang Teratai Erma Dwi K, S.Kep.,Ns Menggelar acara Penyuluhan Kesehatan.
Tema yang di sampaikan adalah " Demam Berdarah Dengue (DBD)."
Sasaranya adalah Pasien dan Keluarga / Penunggu Pasien Ruang Teratai
Fasilitator - Kepala Ruang Teratai - Ns. Erma Dwi K
Moderator - Ns. Warsiti
Penyuluh - Atik Nurmalinda
Notulensi - Habib Karim
RSUD Banyumas sebagai Rumah Sakit Kelas B Pendidikan dalam hal ini kegiatan Penyuluhan Kesehatan juga melibatkan Mahasiswa Praktikan Ners dari UMP
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sering meningkat pada musim hujan karena banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara pencegahan agar terhindar dari penyakit demam berdarah.
Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan menerapkan gerakan 4M Plus, yaitu :
- Menguras tempat penampungan air secara rutin,
- Menutup rapat tempat penyimpanan air,
- Mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air, serta
- Memantau semua wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Gejala demam berdarah biasanya ditandai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta muncul bintik-bintik merah pada kulit. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Pemberantasan sarang nyamuk merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat, kita dapat mencegah penyebaran demam berdarah serta melindungi keluarga dan masyarakat dari bahaya penyakit ini.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disertai tanda perdarahan dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini biasanya berkembang biak di genangan air bersih, memiliki ciri belang hitam putih pada tubuhnya, dan aktif menggigit pada pagi hingga sore hari.
Nyamuk betina dapat menggigit berulang kali dan menularkan penyakit sepanjang hidupnya.
Gejala demam berdarah umumnya diawali dengan :
- Demam tinggi mendadak selama 2 sampai 7 hari,
- Tubuh terasa lemah dan lesu.
- Penderita juga dapat mengalami sakit kepala, nyeri sendi dan otot, mual, muntah, serta nyeri ulu hati.
Apabila kondisi semakin berat, penderita dapat mengalami syok atau renjatan yang ditandai dengan :
- Nadi lemah dan cepat,
- Tekanan darah menurun,
- Kulit terasa dingin dan lembab terutama di ujung jari, hidung, dan kaki, serta muncul kebiruan di sekitar mulut.
Perawatan dini demam berdarah dapat dilakukan di rumah dengan tirah baring selama masih demam, mengonsumsi obat penurun panas seperti paracetamol, makan dengan cukup, memantau suhu dan kondisi penderita, serta memperbanyak minum untuk mencegah dehidrasi. Pencegahan tentu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran demam berdarah.
0 Komentar