BANYUMAS - Dalam rangka memperingati Hari Thalasemia Sedunia 2026, RSUD Banyumas bekerja sama dengan Yayasan Thalasemia Indonesia Cabang Banyumas, Perhimpunan Penyandang Thalasemia Indonesia dan Persatuan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia Banyumas menggelar kegiatan bertajuk “Sarasehan Keluarga Besar Thalasemia RSUD Banyumas” pada Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Lantai III Gedung Thalasemia RSUD Banyumas ini menjadi ruang edukasi sekaligus ajang berbagi pengalaman bagi para penyandang thalasemia atau yang akrab disebut thaller bersama keluarga mereka.
Sarasehan dihadiri oleh Direktur RSUD Banyumas, perwakilan Dinas Kesehatan Banyumas, pengurus YTI, POPTI, jajaran manajemen rumah sakit, para thaller, serta orang tua pasien thalasemia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-101 RSUD Banyumas.
Melalui kolaborasi bersama berbagai organisasi peduli thalasemia, RSUD Banyumas yang dikenal sebagai salah satu pusat layanan thalasemia terbesar di wilayah selatan Jawa Tengah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga dukungan psikologis dan edukasi keluarga.
Dalam sarasehan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari para thaller. Tiga narasumber hadir memberikan edukasi, yakni Ratna Kartikaningrum, S.Gz., Dietisien dengan materi “Diet pada Pasien Thalassemia”, Diyah Woro Dwi Lestari, S.Psi, M.A. dengan materi “Peran Psikolog dalam Pendampingan Thalassemia”, serta dr. Fresti Oktanindi, M.Sc., Sp.A. Subsp. HO(K) yang menyampaikan edukasi mengenai “Thalassemia dan Pentingnya Minum Obat”.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi cerita yang berlangsung hangat dan penuh haru. Beberapa peserta menceritakan pengalaman hidup sebagai penyandang thalasemia, perjuangan menjalani transfusi darah rutin, hingga dukungan keluarga yang menjadi kekuatan utama dalam menjalani pengobatan.
Melalui sarasehan ini, RSUD Banyumas berharap para thaller dan keluarga dapat saling menguatkan, meningkatkan semangat menjalani terapi, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pola hidup sehat dan kepatuhan pengobatan bagi penyandang thalasemia.


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

0 Komentar