Seminar Thalasemia RSUD Banyumas 2026, Dorong Layanan Komprehensif dan Pemutusan Mata Rantai Thalasemia Mayor



BANYUMAS - Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia yang diperingati setiap 8 Mei serta rangkaian HUT ke-101 RSUD Banyumas, Panitia Peringatan Bulan Thalassemia Tahun 2026 menggelar seminar kesehatan bertema “Bersama Kuatkan Layanan Thalassemia, Dari Layanan Primer Menuju Perawatan Komprehensif”.


Seminar thalasemia tersebut dilaksanakan secara hybrid, yaitu online dan offline, pada Sabtu (16/5/2026) di Aula Pertemuan RSUD Banyumas Lantai III Gedung Thalasemia. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, bahkan sejumlah tenaga kesehatan dari luar Pulau Jawa turut berpartisipasi.



Dalam sambutannya, Direktur RSUD Banyumas menyampaikan bahwa thalasemia merupakan penyakit genetik yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan dan belum memiliki pengobatan definitif.


“Penyandang thalassemia atau yang kerap disebut thaller harus melakukan transfusi darah seumur hidup dan minum obat setiap hari seperti obat kelasi besi dan berbagai macam vitamin,” ujarnya.


Ia menjelaskan, masih banyak penyandang thalasemia yang belum disiplin mengonsumsi obat kelasi besi sehingga menyebabkan penumpukan zat besi pada organ tubuh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kadar feritin dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, diabetes, osteoporosis, hingga gangguan kesehatan lainnya.



Menurutnya, layanan kesehatan primer memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam deteksi dini, skrining pembawa sifat (carrier), edukasi pra-nikah, serta pendampingan psikososial bagi keluarga pasien thalasemia.


Sementara itu, layanan komprehensif di rumah sakit berperan dalam menyediakan standar terapi transfusi darah, pemberian kelasi besi, pemantauan komplikasi, hingga dukungan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang thalasemia.


“Saya mengajak seluruh fasilitas kesehatan primer di wilayah Banyumas dan sekitarnya untuk memperkuat fungsi skrining dan rujukan berjenjang. Kita harus mengedukasi masyarakat agar pemutusan mata rantai thalassemia mayor dapat berjalan efektif melalui pencegahan di hulu,” tambahnya.



Seminar kesehatan ini menghadirkan enam narasumber kompeten di bidang thalasemia dan kesehatan anak, yaitu Sri Mulatsih dari RSUP Dr. Sardjito, Ali Taqwim dari Universitas Jenderal Soedirman, serta dokter spesialis dari RSUD Banyumas yaitu dr. M. Basalamah, Sp.A(K), dr. Fresti Oktanindi, M.Sc., Sp.A., Sub.Sp.HO (K), dr. Tri Agus W., M.Sc., Sp.PD., dan Restuti, S.Kep., Ns.


Melalui seminar ini, RSUD Banyumas berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan thalasemia semakin meningkat serta terbangun kolaborasi layanan kesehatan primer dan rumah sakit dalam menghadirkan layanan thalasemia yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

















0 Komentar