Penyuluhan Kesehatan IRM - Autism Spectrum Disorder (ASD)

 


Banyumas – Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Banyumas bersama mahasiswa praktik mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Autism Spectrum Disorder (ASD) pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pasien dan keluarga pasien yang sedang menjalani pelayanan di Instalasi Rehabilitasi Medik.

Acara dipandu oleh Salwa Nabila Amanda sebagai moderator, dengan materi disampaikan oleh Fadhila Zuhrina. Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berperilaku. Kondisi ini sudah muncul sejak masa kanak-kanak dan akan berlangsung sepanjang kehidupan. Anak dengan ASD memproses informasi, suara, penglihatan, dan rangsangan dari lingkungan dengan cara yang berbeda dibandingkan anak pada umumnya.


Tanda dan Gejala ASD

1. Gangguan Interaksi Sosial

  • Kontak mata terbatas.
  • Sulit berinteraksi dengan teman sebaya.
  • Jarang menunjukkan ekspresi wajah.
  • Tidak merespons saat dipanggil namanya.

2. Gangguan Komunikasi

  • Mengalami keterlambatan bicara.
  • Sulit memulai atau mempertahankan percakapan.
  • Sering mengulang kata atau kalimat yang didengar (ekolalia).
  • Sulit memahami bahasa tubuh atau isyarat nonverbal.

3. Perilaku dan Minat yang Berulang

  • Mengepakkan tangan atau berputar-putar.
  • Menyusun benda secara berulang.
  • Sangat menyukai rutinitas tertentu.
  • Memiliki minat yang sangat fokus pada benda atau topik tertentu.


Peran Orang Tua

  • Memberikan instruksi yang sederhana dan jelas.
  • Membiasakan rutinitas yang konsisten setiap hari.
  • Memberikan pujian ketika anak menunjukkan perkembangan atau keberhasilan.
  • Mengajak anak bermain dan berinteraksi secara bertahap.
  • Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan tanda-tanda ASD.


Alur Pemeriksaan

Apabila anak menunjukkan tanda dan gejala ASD, orang tua dapat melakukan pemeriksaan kepada:

  • Dokter Spesialis Anak (Sp.A).
  • Dokter Spesialis Saraf (Sp.N).
  • Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ).

Setelah mendapatkan diagnosis dan rujukan, anak dapat menjalani pemeriksaan lanjutan di Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR).


Layanan Terapi

Beberapa terapi yang dapat membantu anak dengan ASD antara lain:

  • Terapi Okupasi.
  • Terapi Wicara.
  • Fisioterapi.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat, khususnya para orang tua, semakin memahami pentingnya mengenali tanda-tanda ASD sejak dini. Dengan deteksi dini, pemeriksaan yang tepat, dan terapi yang sesuai, anak dapat memperoleh penanganan yang optimal sehingga mampu mengembangkan kemampuan dan kualitas hidupnya secara maksimal.

0 Komentar