Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Perkuat Layanan Kesehatan dan Percepatan Penurunan Stunting


BANYUMAS - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 di Rumah Makan Oemah Daun, Purwokerto, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 170 peserta dari berbagai unsur pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, BPJS Kesehatan, hingga perwakilan masyarakat ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Banyumas.


Forum ini juga menjadi momentum penting setelah bergabungnya urusan kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana dalam satu organisasi perangkat daerah, yakni Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas. Melalui forum ini, pemerintah berharap koordinasi lintas sektor semakin efektif dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.



Komitmen Pemkab Banyumas Perkuat Universal Health Coverage

Forum secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Amrin Ma'ruf, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Banyumas.


Dalam sambutannya, Amir Ma'ruf menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan melalui dukungan anggaran sebesar Rp105 miliar untuk program Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan.


Menurutnya, Forum Konsultasi Publik menjadi sarana penting untuk menghimpun masukan masyarakat sekaligus menyelaraskan kebijakan agar pelayanan kesehatan semakin cepat, responsif, inklusif, dan memberikan kepuasan bagi masyarakat.


Ia juga mengajak seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, untuk terus berinovasi serta memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan masyarakat yang membutuhkan.


Percepatan Penurunan Stunting Melalui Program Bangga Kencana

Dalam sesi diskusi, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Heni Sulistiowati, SKM., MPH., memaparkan strategi percepatan penurunan stunting melalui Program Bangga Kencana.


Program tersebut menitikberatkan pada upaya pencegahan sejak dini melalui penguatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di jenjang SD hingga SMA, serta berbagai intervensi seperti Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) dan penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran.


Menurut Heni, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui intervensi kesehatan, tetapi juga melalui pembentukan generasi muda yang siap berkeluarga serta penguatan delapan fungsi keluarga.


Banyumas Terus Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan



Kepala Dinkes KB Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, menyampaikan bahwa Kabupaten Banyumas saat ini didukung oleh 40 puskesmas, dengan 16 puskesmas rawat inap, layanan kegawatdaruratan PSC 119, serta rumah sakit daerah yang terus mengembangkan pelayanan spesialistik.


Beberapa layanan unggulan yang telah tersedia antara lain layanan penanganan kanker dan stroke, fasilitas Cathlab di RSUD Banyumas, layanan urologi di RSUD Ajibarang, hingga inovasi pelayanan kesehatan mata jemput bola yang dikembangkan oleh Rumah Sakit Khusus Mata Purwokerto.


Keberadaan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat Banyumas.


Masukan Masyarakat Jadi Dasar Penyempurnaan Layanan


Forum Konsultasi Publik juga menghadirkan sesi dialog bersama pengguna layanan. Berbagai masukan disampaikan, mulai dari peningkatan akses pelayanan kesehatan, distribusi makanan bergizi untuk balita, hingga sertifikasi laik higiene.


Selain menyampaikan masukan, sejumlah peserta juga memberikan apresiasi terhadap kemudahan pelayanan rujukan, respons cepat layanan ambulans PSC 119, serta pendampingan kesehatan ibu dan balita yang dinilai semakin baik.


Seluruh saran dan evaluasi yang dihimpun dalam Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 akan menjadi bahan penyusunan kebijakan dan perbaikan pelayanan di lingkungan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat, Kabupaten Banyumas terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, responsif, dan merata, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Banyumas yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

















































0 Komentar