Banyumas - Tim PKRS Ruang Teratai RSUD Banyumas bersama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Leptospirosis pada hari Rabu (08/07/2026).
Kegiatan dipandu oleh Warsiti, S.Kep., Ns. sebagai moderator dan fasilitator, sedangkan materi disampaikan oleh Mahasiswa UMP. Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus, dan bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit atau selaput lendir.
Peserta juga diberikan informasi mengenai gejala leptospirosis yang sering menyerupai penyakit lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut, terutama setelah kontak dengan air banjir atau lingkungan yang berisiko.
Selain itu, dijelaskan bahwa kasus leptospirosis ringan umumnya dapat sembuh dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, pada kasus yang lebih berat diperlukan penanganan di rumah sakit, seperti pemberian antibiotik, cairan infus, hingga tindakan medis lain sesuai kondisi pasien.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan keluarga pasien semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan air yang diduga tercemar, serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala leptospirosis sehingga penyakit dapat ditangani lebih cepat dan komplikasi dapat dicegah.
0 Komentar