Banyumas - RSUD Banyumas menggelar Workshop Clinical Pathway selama dua hari, Selasa–Rabu (28–29 Juli 2026), sebagai upaya memperkuat tata kelola klinis sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Lantai III Gedung Thalasemia ini diikuti oleh lintas profesi, mulai dari Komite Medis, Komite Keperawatan, hingga Komite Tenaga Kesehatan Lain.
Clinical Pathway merupakan panduan atau alur kerja terstruktur yang memuat langkah-langkah pelayanan medis dan keperawatan harian untuk diagnosis atau penyakit tertentu. Penyusunannya mengintegrasikan praktik berbasis bukti (evidence-based practice), efisiensi pembiayaan, serta kolaborasi antarprofesi sejak pasien masuk hingga dinyatakan pulang dari rumah sakit.
Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG., M.Si.Med., dalam sambutannya menegaskan bahwa Clinical Pathway menjadi salah satu instrumen penting dalam tata kelola rumah sakit yang berfungsi mendorong standardisasi proses asuhan klinis sehingga setiap pasien memperoleh pelayanan dengan mutu yang setara.
"Clinical Pathway digunakan untuk memastikan pasien mendapatkan layanan yang tepat secara medis dan pelayanan yang bermutu. Hal tersebut menjamin bahwa biaya yang dikeluarkan tetap terkendali dan klaim ke BPJS dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun klinis," jelasnya.
Menurutnya, penyusunan dan implementasi Clinical Pathway juga menjadi bagian penting dalam menghadapi proses akreditasi rumah sakit. Kegiatan ini selaras dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES) serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit yang menekankan pentingnya penerapan tata kelola klinis (clinical governance).
"Kita mempunyai kewajiban untuk menerapkan tata kelola klinis yang baik melalui penyusunan dan implementasi standar pelayanan klinis yang berfokus pada keselamatan dan kebutuhan pasien," tambah dr. Widyana.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, RSUD Banyumas menghadirkan Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua, pakar yang terlibat langsung dalam penyusunan Pedoman Nasional Clinical Pathway bersama Kementerian Kesehatan. Kehadiran narasumber nasional ini diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus pendampingan dalam penyusunan Clinical Pathway yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan di RSUD Banyumas.
Menutup sambutannya, Direktur RSUD Banyumas berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan workshop ini sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menghasilkan dokumen Clinical Pathway yang aplikatif.
"Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu, berdiskusi secara aktif, dan menyusun draf Clinical Pathway yang aplikatif bagi RSUD Banyumas," pungkasnya.
Melalui workshop ini, RSUD Banyumas menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan dan persiapan menuju akreditasi rumah sakit.
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)



0 Komentar