Semarang - Reputasi rumah sakit kini menjadi salah satu aset strategis yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin tingginya ekspektasi publik, rumah sakit dituntut mampu membangun komunikasi yang efektif sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara tepat.
Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan citra institusi, Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG., MSi.Med., didampingi tim Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Humas, mengikuti Seminar Nasional hasil kolaborasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI).
Seminar yang diselenggarakan di Semarang pada Sabtu (4/7/2026) mengangkat tema "Mentransformasikan Humas & Marketing Rumah Sakit Menjadi Revenue & Trust Driver". Kegiatan ini menegaskan bahwa fungsi humas tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak kepercayaan publik sekaligus pendukung keberlanjutan rumah sakit di era persaingan layanan kesehatan.
Ketua PERSI Jawa Tengah, Dr. drg. Edi Sumarwanto, M.M., M.H.Kes., menjelaskan bahwa pimpinan rumah sakit perlu memiliki perspektif baru terhadap peran kehumasan. Menurutnya, rumah sakit setiap hari berhadapan dengan berbagai tantangan komunikasi, mulai dari pengelolaan keluhan pelanggan hingga potensi krisis dan persoalan hukum. Oleh karena itu, humas harus dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat.
Pada sesi mengenai marketing rumah sakit, peserta mendapatkan pemahaman bahwa pemasaran layanan kesehatan bukan sekadar menawarkan layanan, melainkan berawal dari kemampuan mengenali kebutuhan masyarakat melalui analisis data yang akurat. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pengembangan layanan yang lebih tepat sasaran.
Narasumber berikutnya, Anjari Marjianto, S.Kom., MARS., memaparkan pentingnya memahami perubahan perilaku masyarakat yang kini mencari informasi layanan kesehatan melalui platform digital. Rumah sakit dituntut mampu menyusun strategi komunikasi dan pemasaran berbasis internet agar tetap relevan dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Seminar ditutup dengan paparan dr. Nurdopo Baskoro, Sp.Rad.(K)., M.K.M., Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategis Layanan RSUP Dr. Kariadi, yang membagikan pengalaman penerapan sistem kehumasan dan marketing rumah sakit yang telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui keikutsertaan dalam seminar ini, RSUD Banyumas terus berkomitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang humas dan marketing sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan. Dengan strategi komunikasi yang kuat, pemanfaatan teknologi digital, serta pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, RSUD Banyumas optimistis dapat terus memperkuat reputasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, inovatif, dan berkualitas.
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

0 Komentar