Penyuluhan Kesehatan Ruang PICU - Mengenal Pneumonia

 


Banyumas - Tim PKRS Ruang PICU mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang “Mengenal Pneumonia” pada Minggu (02/08/2026). Kegiatan ini diikuti oleh keluarga pasien dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pneumonia, tanda dan gejala, penyebab, pemeriksaan, serta cara pencegahannya.


Kegiatan penyuluhan dipandu oleh Dian Eko Setyo Siswanti, S.Kep., Ns. sebagai moderator, dengan Efra Meiriska Budiningsih, S.Kep., Ns. sebagai pemateri. Kegiatan juga didampingi oleh Judi, S.Kep., Ns., selaku Kepala Ruang PICU, sebagai fasilitator.


1. Apa itu pneumonia?

  • Pneumonia adalah peradangan pada jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Infeksi dapat menyebabkan paru-paru terisi cairan atau lendir sehingga dapat membuat penderita mengalami gangguan pernapasan.

2. Tanda dan gejala pneumonia
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.
  • Napas lebih cepat dari biasanya.
  • Denyut nadi meningkat.
  • Dahak dapat berwarna kehijauan.
  • Pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun, dapat terlihat tarikan pada bagian bawah dinding dada saat bernapas.
  • Anak dapat tampak lemas, sulit makan atau minum, dan lebih rewel dari biasanya.

3. Apa penyebab pneumonia?
Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti:

  • Bakteri, misalnya Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Legionella pneumophila, dan Haemophilus influenzae.
  • Virus.
  • Mikroorganisme yang menyerupai bakteri.
  • Jamur tertentu.

4. Bagaimana pneumonia diperiksa?
Untuk membantu menentukan diagnosis, tenaga kesehatan dapat melakukan:

  • Pemeriksaan fisik dan kondisi pernapasan.
  • Rontgen dada untuk melihat kondisi paru-paru.
  • Pemeriksaan darah atau kultur darah.
  • Pemeriksaan dahak untuk mengetahui kemungkinan penyebab infeksi.
  • Pemeriksaan serologi pada kondisi tertentu.
  • Pemeriksaan fungsi paru sesuai kebutuhan.
  • Pemeriksaan lain, seperti biopsi paru, pada kondisi tertentu.

5. Bagaimana pneumonia dicegah?
Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Melengkapi imunisasi sesuai jadwal, termasuk vaksin yang dapat membantu mencegah pneumonia seperti vaksin pneumokokus, influenza, dan Hib.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan sirkulasi udara.
  • Menghindari paparan asap rokok.
  • Menggunakan masker bila sedang sakit atau berada di lingkungan yang berisiko.
  • Memberikan nutrisi dan cairan yang cukup.
  • Melakukan teknik napas dalam sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk membantu mengeluarkan dahak.

6. Kapan harus segera mencari pertolongan?
Keluarga perlu segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila terdapat:

  • Sesak atau kesulitan bernapas yang semakin berat.
  • Napas sangat cepat atau tampak bekerja keras saat bernapas.
  • Tarikan dinding dada pada anak.
  • Bibir atau ujung jari tampak kebiruan.
  • Anak sulit makan atau minum.
  • Pasien sangat lemas, mengantuk, atau sulit dibangunkan.
  • Demam atau batuk yang semakin berat.

0 Komentar