BANYUMAS - RSUD Banyumas terus memantapkan persiapan menuju pelaksanaan survei akreditasi dengan menggelar Survei Simulasi Akreditasi secara luring bersama Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) pada Kamis–Jumat, 27–28 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan RSUD Banyumas sebelum menghadapi survei akreditasi yang sesungguhnya. Sebelumnya, simulasi serupa telah dilakukan secara daring. Pelaksanaan secara luring memberikan kesempatan kepada tim surveyor LARS DHP untuk melihat secara langsung kesiapan rumah sakit, mulai dari proses pelayanan hingga penerapan standar di masing-masing unit kerja.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam simulasi, antara lain mutu pelayanan kesehatan, manajemen rumah sakit, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, keselamatan pasien, serta penerapan kebijakan dan prosedur. Penelusuran dilakukan melalui pemeriksaan dokumen, observasi proses pelayanan, serta penilaian terhadap kesiapan dan implementasi standar di lingkungan RSUD Banyumas.
Direktur RSUD Banyumas menyampaikan bahwa simulasi tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan seluruh unsur rumah sakit sekaligus menemukan bagian-bagian yang masih membutuhkan penyempurnaan.
“Simulasi ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memastikan seluruh unit dan civitas hospitalia memahami serta mampu menerapkan standar akreditasi secara konsisten. Masukan dari tim surveyor akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, tim surveyor juga berinteraksi dengan jajaran manajemen, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, serta unsur terkait lainnya. Penelusuran tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kesiapan RSUD Banyumas dalam memenuhi standar akreditasi sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan rumah sakit.
Bagi RSUD Banyumas, akreditasi bukan sekadar pemenuhan standar administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Karena itu, berbagai evaluasi dan masukan dari proses simulasi akan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan seluruh civitas hospitalia, RSUD Banyumas optimistis dapat menghadapi survei akreditasi dengan kesiapan yang semakin kuat. Penguatan tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta budaya keselamatan pasien menjadi langkah strategis untuk mewujudkan target Akreditasi Paripurna RSUD Banyumas sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
0 Komentar