Pagi yang cerah di halaman parkir Gedung IBS RSUD Banyumas mengawali pekan baru, Senin Wage, 14 September 2026. Direktur RSUD Banyumas dan Seluruh jajaran Manajemen, Ketua KOmite, Kepala / Wa. Kepala Instalasi, Kepala Ruang, DOkter, Perawat, Bidan, Apoteker, Tenaga Penunjang RSUD Banyumas serta Tenaga Administrasi dan JUga Mahasiswa Praktik hadir dalam kegaiatan ini.
Forum Apel Pagi Setiap Hari Senin ini merupakan Ajang Penyampaian Informasi, Sosialisasi dan Kebijakan, Apel Pagi Menjadi sarana komunikasi resmi dari pimpinan untuk menyampaikan arahan strategis, kebijakan baru, atau monitoring dan evaluasi bagi Karyawan RSUD Banyumas, program kerja / Pelayanan kepada seluruh Pelanggan RSUD Banyumas.
Oleh karenanya Dengan Apel Pagi di harapkan, SBB.,:
- Koordinasi Lintas Unit: Memperkuat sinergi dan koordinasi antar-bagian atau unit pelayanan di rumah sakit agar tercipta alur kerja yang selaras dan berkesinambungan.
- Meningkatkan Kedisiplinan: Melatih kehadiran, ketepatan waktu, serta kepatuhan pegawai terhadap aturan institusi sebelum memulai jam pelayanan.
- Membangun Motivasi dan Budaya Kerja: Menumbuhkan semangat kerja, kebersamaan, rasa tanggung jawab, serta komitmen moral dalam memberikan pelayanan publik yang prima.
- Evaluasi Kinerja: Meninjau pencapaian atau kendala operasional sebelumnya agar perbaikan dapat langsung diterapkan pada hari tersebut.
Apel Pagi hari ini Sebagai Pengawas Apel Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas dr. Novita Sabjan, MM
]
Pada Apel Pagi ini Pengawas Apel Fokus utama pengarahan kali ini menyoroti optimalisasi pengisian Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi atau CPPT.
CPPT merupakan lembar atau format dokumentasi dalam rekam medis yang digunakan oleh Profesional Pemberi Asuhan (PPA) untuk mencatat seluruh perkembangan kondisi kesehatan, evaluasi, serta rencana perawatan pasien secara kolaboratif dan berkesinambungan.
Pengawas apel menegaskan bahwa catatan klinis yang akurat, tepat waktu, dan berkesinambungan merupakan pilar utama keselamatan pasien. Kolaborasi erat antar-Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang terdokumentasi rapi melalui metode SOAP di dalam sistem rekam medis menjadi kunci dalam meminimalkan risiko miskomunikasi serta menjamin mutu asuhan medis yang paripurna.
Semangat sinergi dan kedisiplinan ini diharapkan terus membakar motivasi seluruh civitas hospitalia RSUD Banyumas untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan berorientasi pada keselamatan pasien.
0 Komentar