Penyuluhan Kesehatan Instalasi Dialisis RSUD Banyumas " Gelang Identitas, Hak Pasien dan Keluarga, PPI RS serta K3RS "

 



Penyukluhan Kesehatan Instalasi Dialisis RSUD Banyumas 


Hari ini KAmis Wage, 24 September 2026 bertempat di Instalasi Dialisis RSUD Banyumas, Kepala Instalasi Dialisis RSUD Banyumas dr. Sugiyanto menggelar Penyuluhan Kesehatan.


Adapun tema yang di sampaikan adalah :

  • Gelang Identitas
  • PPIRS (Pembuangan Sampah, Etika Batuk, MAsker dan Kebersihan Tangan)
  • K3RS serta HPK

Kepala Ruang Dialisis RSUD Banyumas Turyani, S.Kep.,Ns sebagai Modertor dan FAsilitator

Pemateri : Yunia dan Solehudin




Pemateri Pertama - Penyuluh : Yunia

Gelang identitas pasien adalah gelang khusus yang dipakaikan di pergelangan tangan atau kaki pasien saat mereka masuk atau dirawat.

Tujuan utama dari penggunaan gelang ini adalah sebagai alat verifikasi utama untuk memastikan keselamatan pasien (patient safety) selama menjalani pelayanan / perawatan.

Fungsi Utama Gelang Identitas Pasien

  • Mencegah Kesalahan Medis
    Memastikan bahwa obat, transfusi darah, prosedur operasi, atau tindakan medis lainnya diberikan kepada orang yang tepat.

  • Identifikasi Cepat
    Membantu tenaga medis (dokter, perawat, dan staf) mengenali pasien dengan cepat dan akurat, terutama dalam situasi darurat atau ketika pasien sedang tidak sadarkan diri.

Informasi yang Tertera pada Gelang

Umumnya, gelang identitas memuat minimal dua atau tiga informasi penting, yaitu:

  1. Nama lengkap pasien.

  2. Tanggal lahir atau Nomor Rekam Medis (RM) pasien.

Arti Warna Gelang Identitas (Standar Internasional/Nasional)

Di sebagian besar rumah sakit, warna gelang memiliki arti khusus untuk menandakan kondisi atau risiko tertentu pada pasien:

  • Biru / Biru Muda: Pasien berjenis kelamin laki-laki 

  • Merah Muda / Pink: Pasien berjenis kelamin perempuan 

  • Merah: Menandakan alergi tertentu (misalnya alergi obat atau makanan).

  • Kuning: Menandakan pasien memiliki risiko tinggi jatuh selama perawatan.

  • Ungu: Menandakan pasien dengan kondisi DNR (Do Not Resuscitate) atau menolak tindakan resusitasi jantung paru.

  • Hijau: Menandakan pasien memiliki risiko alergi lateks (pada beberapa fasilitas).


Hal Penting yang Harus Diperhatikan

  • Jangan dilepas
    Gelang harus selalu dipakai oleh pasien selama masa perawatan di rumah sakit.

  • Periksa kembali
    Tenaga medis wajib selalu mencocokkan data di gelang dengan instruksi medis atau bertanya langsung kepada pasien (jika sadar) sebelum melakukan tindakan apa pun.




PPI RS adalah singkatan dari Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit.

Ini adalah program atau komite khusus yang dibentuk di lingkungan rumah sakit dengan tujuan untuk mencegah, memantau, dan mengurangi risiko terjadinya infeksi bagi pasien, petugas kesehatan, pengunjung, serta masyarakat sekitar fasilitas kesehatan.

Tujuan Utama PPI RS

  • Melindungi Pasien & Petugas
    Mencegah penularan infeksi menular (seperti infeksi luka operasi, infeksi saluran kemih akibat kateter, atau infeksi airborne seperti TBC) selama berada di rumah sakit.

  • Memutus Mata Rantai Infeksi
    Mengendalikan penyebaran mikroorganisme patogen (bakteri, virus, jamur) di lingkungan rumah sakit.

  • Meningkatkan Mutu Pelayanan
    Menjamin standar keselamatan pasien (patient safety) terpenuhi secara optimal.

Penyuluh Menyampaikan dan Memberitahukan jenis Jenis Sampah / Limbah di Instalasi Dialisis RSUD Banyumas seperti :
  • Sampah Plastik Warna Hitam - Limbah Domestik / Sisa Makanan Minuman,dst.
  • Sampah Plastik Warna Kuning - Limbah - Tempat Sampah Infeksius

Penyuluh menyampaikan Etika Bersin / Batuk serta Cuci Tangan.


Demontrasi / Praktik Cuci Tangan 



Penyuluh juga memberikan informasi tentang " Hak Pasien dan Keluarga "




Penyuluh ke-2 : Solehudin



K3RS adalah singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit.

Ini adalah program atau unit kerja di rumah sakit yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, baik bagi tenaga medis, karyawan, pasien, pengunjung, maupun masyarakat di lingkungan rumah sakit.


Tujuan Utama K3RS

  • Melindungi Pekerja & Lingkungan: Mencegah kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) di kalangan tenaga medis dan staf rumah sakit.

  • Mewujudkan Budaya Keselamatan: Menjamin bahwa seluruh aktivitas di rumah sakit mematuhi standar keselamatan kerja.

  • Meningkatkan Efisiensi: Mengurangi risiko kerugian akibat kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan pegawai.


Ruang Lingkup Kegiatan K3RS

Berdasarkan standar kesehatan kerja, program K3RS biasanya meliputi:

  1. Kesehatan Kerja: Pemeriksaan kesehatan berkala bagi karyawan, imunisasi (seperti vaksin Hepatitis B), pemantauanergonomi, dan penanganan kasus jika ada pegawai yang sakit atau cedera.

  2. Keselamatan Kerja: Pengelolaan potensi bahaya di area kerja, seperti pencegahan kecelakaan akibat alat tajam, perlindungan dari bahaya listrik, radiasi, bahan kimia berbahaya, serta manajemen risiko fasilitas.

  3. Pengelolaan Limbah & Sanitasi: Memastikan pembuangan limbah medis dan non-medis sesuai standar lingkungan.

  4. Tanggap Darurat & Evakuasi: Menyusun dan mensimulasikan prosedur penanganan bencana, seperti kebakaran, gempa bumi, atau keadaan darurat lainnya di rumah sakit.





Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik, sebelum acara di tutup ada sesi diskusi dan tanya jawab






0 Komentar