Banyumas - Tim PKRS Ruang Permata Hati mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir” pada hari Sabtu (14/2). Kegiatan ini ditujukan kepada ibu nifas sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap kondisi berbahaya pada bayi baru lahir. Acara dipandu oleh Moderator Shera Anita, dengan materi disampaikan oleh Parlina serta didampingi fasilitator Wahyu Wulandari.
Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37–42 minggu dengan berat badan 2500–4000 gram. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya pada bayi baru lahir yang perlu segera mendapatkan penanganan medis agar tidak menimbulkan kondisi yang lebih serius.
Adapun beberapa tanda bahaya bayi baru lahir yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain:
- Bayi tidak mau menyusu
- Kejang
- Bayi tampak lemah
- Sesak napas
- Bayi merintih terus-menerus
- Pusar kemerahan
- Demam atau tubuh terasa dingin
- Mata bernanah banyak
- Kulit bayi terlihat kuning berlebihan
Selain mengenali tanda bahaya, peserta juga diberikan edukasi mengenai tindakan yang harus dilakukan apabila bayi mengalami salah satu tanda tersebut, yaitu segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas, menjaga tubuh bayi tetap hangat selama perjalanan, serta tetap memberikan ASI kepada bayi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu nifas dapat lebih memahami pentingnya mengenali tanda bahaya pada bayi baru lahir sehingga bayi dapat segera memperoleh pertolongan dan risiko komplikasi maupun kematian dapat dicegah.
0 Komentar