Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) terus berupaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dengan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Salah satunya melalui pelatihan bagi 25 bidan yang dilaksanakan di RSUD Banyumas.
Pelatihan bertema “Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi Bidan di FKTP” ini berlangsung selama empat hari dan secara resmi dibuka pada Senin (13/4/2026) oleh Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG., M.Si.Med.
Sebanyak 25 bidan dari berbagai Puskesmas di Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelatihan difokuskan pada penguatan kompetensi bidan, khususnya dalam deteksi dini risiko kehamilan, penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta peningkatan keterampilan klinis sesuai standar pelayanan.
Dalam sambutannya, Direktur RSUD Banyumas menekankan pentingnya peran bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, cepat, dan tepat.
Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak bidan yang semakin profesional, sigap, dan terampil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, upaya menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Banyumas dapat berjalan lebih efektif serta berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)



0 Komentar