Pemkab Banyumas Dorong Optimasi Media Sosial OPD, Bupati Minta Konten Lebih Kreatif dan Responsif

 


Purwokerto - Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat komunikasi publik di era digital melalui kegiatan “Optimasi Pengelolaan Media Sosial Perangkat Daerah” yang digelar pada Senin (11/5/2026) di Hetero Space Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta admin media sosial dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Banyumas.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 15.00 WIB tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Banyumas dalam meningkatkan kualitas penyebaran informasi publik sekaligus memperkuat koordinasi komunikasi digital antar OPD.


Di era media sosial yang serba cepat, pemerintah dituntut mampu menyampaikan informasi secara efektif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat. Berbagai program dan kebijakan pemerintah dinilai perlu dikemas lebih menarik agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.



Dalam sambutannya, Amrin Ma'ruf, S.Sos., M.Si. Asisten Administrasi Umum (Asminum) Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas yang juga mewakili dinas kominfo banyumas menegaskan pentingnya peran pengelola media sosial pemerintah dalam membangun citra positif serta menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, admin media sosial dan PPID memiliki peran penting dalam menyampaikan kebijakan pemerintah sekaligus mengelola aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi pelayanan publik.


“Siapa yang menguasai dunia adalah yang menguasai komunikasi. Sebesar apa pun anggaran dan sebaik apa pun kebijakan pemerintah, jika tidak disampaikan dengan baik maka akan dianggap tidak ada oleh masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan seluruh pengelola informasi agar aktif mengikuti perkembangan program pemerintah daerah, memperkuat sinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta memanfaatkan anggaran publikasi secara efektif dan tepat sasaran.



Sementara itu, Bupati Banyumas yang hadir membuka kegiatan secara resmi menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik. Menurutnya, pola komunikasi pemerintah kini telah berubah dari satu arah menjadi komunikasi dua arah yang interaktif melalui media sosial.


Bupati menilai pemerintah harus mampu merespons aduan dan pertanyaan masyarakat dengan lebih cepat. Ia mencontohkan masih adanya laporan masyarakat yang lambat ditindaklanjuti melalui layanan “Lapak Aduan Banyumas”, sehingga warga memilih menyampaikan keluhan langsung kepada kepala daerah melalui kontak pribadi.


Selain itu, Bupati juga berpesan agar pengelola akun media sosial pemerintah tidak mudah terbawa emosi saat menghadapi komentar negatif dari masyarakat. Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan publik harus disikapi secara bijak sebagai bagian dari pelayanan publik yang sehat.



Dalam arahannya, Bupati Banyumas turut mendorong seluruh OPD untuk meninggalkan pola publikasi yang monoton dan formal. Konten media sosial pemerintah diminta tampil lebih kreatif, komunikatif, humanis, dan menggunakan pendekatan pemasaran digital agar informasi lebih mudah diterima masyarakat.


“Jangan hanya unggah video pidato pejabat. Buat konten yang lebih menarik, kreatif, bahkan lucu jika perlu, supaya masyarakat mau menonton dan memahami pesan yang disampaikan,” ujarnya.



Melalui kegiatan ini, Pemkab Banyumas berharap pengelolaan media sosial OPD semakin profesional, informatif, edukatif, dan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah menuju Banyumas yang lebih produktif adi dan sejahtera (Banyumas PAS).










0 Komentar