BANYUMAS - RSUD Banyumas kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan klinis dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kuota Praktik Peserta Didik Tahun 2026–2027 di Aula Thalasemia Lantai 3 RSUD Banyumas. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara rumah sakit dan institusi pendidikan kesehatan dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten.
Rapat koordinasi dihadiri oleh perwakilan dari 19 institusi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Mitra pendidikan yang hadir berasal dari Palembang, Cirebon, Tasikmalaya, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Gombong, Pekalongan, serta sejumlah daerah lainnya, menunjukkan luasnya jaringan kerja sama pendidikan yang telah dibangun RSUD Banyumas.
Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG., M.Si.Med., membuka kegiatan dengan hangat dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh institusi pendidikan.
"RSUD Banyumas merupakan rumah sakit tipe B pendidikan yang harus memenuhi berbagai kriteria dan standar sesuai regulasi. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari seluruh institusi pendidikan yang telah menjadikan RSUD Banyumas sebagai tempat praktik peserta didik. Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin mengevaluasi sinergi yang telah terjalin, menyatukan komitmen, sekaligus menerima berbagai masukan untuk meningkatkan mutu pendidikan klinis," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan, Peningkatan Mutu dan Kerja Sama RSUD Banyumas, Imron Rosyadi, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa salah satu agenda utama dalam rapat ini adalah evaluasi pelaksanaan praktik mahasiswa, termasuk penyesuaian rasio pembimbing klinik (Clinical Instructor/CI) dengan peserta didik agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, RSUD Banyumas juga memperkenalkan Siadikmas (Sistem Informasi Pendidikan), sebuah inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan pendidikan klinis. Melalui Siadikmas, proses administrasi seperti pembayaran, absensi mahasiswa, hingga pemantauan kegiatan bimbingan dapat dilakukan secara lebih mudah, terintegrasi, dan transparan.
"Siadikmas masih terus kami kembangkan agar mampu memberikan layanan administrasi pendidikan yang semakin efektif dan mendukung proses praktik mahasiswa di RSUD Banyumas," jelas Imron.
Selain sebagai forum evaluasi, rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari persiapan RSUD Banyumas menghadapi survei akreditasi rumah sakit pendidikan pada Oktober 2026. Sinkronisasi data, penyelarasan program praktik, dan penguatan kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi langkah penting dalam memenuhi standar akreditasi.




















0 Komentar