Dopokan Putri Domas - Waspada Risiko Jatuh Pada Lansia


“Jatuh pada lansia bukan kejadian ringan. Satu kali jatuh bisa mengubah hidup seseorang menjadi bergantung pada orang lain.”


RSUD Banyumas melalui acara Dopokan Putri Domas membahas risiko jatuh pada lansia bersama dr. Masita Dwi Yuliani, Sp.KFR dan host Nuni Setyowati. Beliau menjelaskan bahwa satu dari tiga lansia mengalami jatuh setiap tahun. Banyak keluarga tidak menyadari bahwa jatuh dapat berakibat fatal. Kondisi ini sering dianggap biasa padahal dapat memicu cedera serius hingga menyebabkan kematian.


dr. Masita memaparkan bahwa lansia rentan jatuh karena penurunan kekuatan otot, refleks yang melambat, dan gangguan penglihatan. Penyakit tertentu seperti diabetes, tekanan darah rendah, atau riwayat stroke ikut meningkatkan risiko. Beberapa obat seperti obat tidur atau antidepresan juga bisa membuat tubuh lebih mudah kehilangan keseimbangan.


Dampak jatuh pada lansia sangat berat. Cedera yang paling sering terjadi adalah patah tulang panggul dan cedera kepala. Setelah jatuh, banyak lansia menjadi takut bergerak. Kondisi ini membuat otot semakin lemah dan kemampuan berjalan menurun. Tidak sedikit lansia yang akhirnya kehilangan kemandirian dan bergantung pada keluarga untuk aktivitas sehari hari.


dr. Masita menjelaskan ada faktor internal dan eksternal yang memicu jatuh. Faktor internal meliputi kelemahan otot, gangguan keseimbangan, dan penyakit kronis. Faktor eksternal berasal dari lingkungan seperti lantai licin, penerangan yang kurang, kabel yang berserakan, atau karpet yang mudah tersangkut. Kondisi rumah yang tidak tertata rapi sering menjadi penyebab utama lansia terpeleset.


Ciri lansia berisiko tinggi antara lain pernah jatuh dalam satu tahun terakhir, perlu pegangan saat berdiri, sering merasa kaki berat, atau sudah memakai alat bantu jalan. Kondisi ini perlu perhatian keluarga. Semakin cepat dikenali, semakin mudah melakukan pencegahan.


Pencegahan bisa dilakukan melalui latihan keseimbangan, penguatan otot, dan pemeriksaan rutin mata serta telinga. Rumah harus rapi, terang, dan memiliki pegangan di kamar mandi serta tangga. Kabel perlu dirapikan agar tidak menjadi penghalang. Konsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung kalsium dan Vitamin D, ikut membantu menjaga kesehatan tulang.


Dokter Rehab Medik berperan penting menilai risiko jatuh. Mereka memberikan latihan yang sesuai untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas tubuh. Mereka juga memberi rekomendasi alat bantu jalan yang aman dan memberikan edukasi kepada keluarga agar dapat mendampingi lansia dengan benar. Program ini mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lansia agar mereka tetap aktif dan mandiri.


Tonton video selengkapnya https://www.youtube.com/watch?v=qRpLNSwFxgo 




0 Komentar